Daftar Isi

Saturday, October 20, 2018

Penutupan

SIWA PURANA



Penutup


Para rsi sangat bersyukur kepada Romaharsana karena sudah menceritakan Siwa Purana kepada mereka. Mereka kemudian memuja Romaharsana. Romaharsana mengingatkan mereka untuk jangan pernah menceritakan Siwa Purana kepada orang yang tidak punya rasa hormat atau kepada orang yang tidak percaya Tuhan.

Berulang-ulang kali Siwa sendiri telah muncul untuk memberikan berkat kepada penyembahnya. Seseorang yang menyumbangkan atau memberikan sedekah berupa Siwa Purana, bersama dengan emas dan seekor banteng, maka ia akan hidup dan tinggal di Siwa Loka.



Friday, October 19, 2018

Waiwaswata Manu

SIWA PURANA


Waiwaswata Manu


Para rsi ingin mendengarkan dari Romaharshana secara rinci tentang kelahiran Waiwaswata Manu.


Kashyapa memiliki putra bernama Wiwaswana (atau yang dikenal dengan Dewa Surya). Dewa Surya menikahi putri dari Twashta (Wishwakarma) yang bernama Samjna. Wiwaswana dan Samjna memiliki tiga anak yaitu Waiwaswata, Yama, dan Yamuna.
Namun Samjna tidak tahan energi kuat yang memancar dari tubuh suaminya, Dewa Surya. Dari tubuhnya sendiri ia menciptakan seorang wanita yang mirip dengannya yang bernama Chhaya. Samjna dan Chhaya tidak dapat dibedakan satu sama lain.

Samjna berkata kepada Chhaya, "Tetap di sini menyamar seperti saya. Rawat ketiga anak saya, Waiwaswata, Yama, dan Yamuna. Saya akan pergi ke rumah ayah saya. Jangan beri tahu siapa pun bahwa Anda bukanlah saya (Samjna)."

"Saya akan melakukan perintah Anda. Tetapi pada saat seseorang mencengkeram rambut saya, maka saya akan mengungkapkan kebenaran sesungguhnya", jawab Chhaya.

Samjna kemudian pergi ke rumah Twashta. Ketika dia menghabiskan beberapa waktu di sana, ayahnya menjadi curiga dan ingin tahu mengapa dia tidak kembali ke suaminya. Oleh karena itu Samjna berubah bentuk menjadi kuda dan mulai hidup di kerajaan yang dikenal sebagai Uttarakuru.

Sementara itu, Dewa Surya dan Chhaya memiliki seorang putra bernama Sawarni. Sudah jelas bahwa Chhaya memanjakan Sawarni melebihi ketiga anak Samjna. Salah satu putra Samjna ,Yama, merasa diabaikan. Yama masih sangat muda dan cepat marah, dia menendang Chhaya. Chhaya mengutuk Yama. Yama sangat terkejut dengan hal ini, karena tidak ada ibu yang mengutuk anaknya sendiri. Dia pergi dan melaporkan kejadian itu kepada Dewa Surya. Dewa Surya menyimpulkan bahwa Chhaya bukanlah ibu Yama yang asli. Dia menggenggam rambut Chhaya dan akhirnya kebenaran yang sesungguhnya diungkap Chhaya.

Surya kemudian pergi ke tempat Twashta untuk mencari Samjna. Akhirnya Dewa Surya menemukan fakta bahwa Samjna telah melakukan semua ini karena dia tidak dapat menanggung energi suaminya. Twashta kemudian memperkecil beberapa energi Surya sehingga pancarannya menjadi tidak begitu menyilaukan.

Setelah mengetahui bahwa Samjna telah berubah bentuk menjadi kuda, Dewa Surya juga berubah bentuk menjadi kuda. Dia kemudian pergi dan bertemu dengan istrinya. Sebagai kuda dan kuda, mereka memiliki dua anak. Mereka adalah Dewa kembar yang dikenal sebagai Ashwini. Mereka juga disebut Nasatya dan Dasra.

Waiwaswata Manu melakukan yajna untuk memiliki seorang putra. Dari yajna, seorang anak perempuan lahir yang bernama Ila. Putra dari Dewa Chandra, Budha, menikahi Ila dan mereka memiliki seorang putra bernama Pururawa. Ini adalah asal mula dinasti Chandra yang dimulai dengan Pururawa.

Kemudian, Waiwaswata Manu kembali memiliki sembilan putra. Nama mereka adalah Ikshwaku, Shiwi, Nabhaga, Dhrishnu, Sharyati, Narishyanta, Isha, Karusha dan Priyawrata. Anak-anak ini adalah pencetus dari dinasti Surya.



Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci)

Purana Agni Purana Kitab Suci Agama Hindu Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci) Prahlada memiliki cucu yang sangat kuat bernama Vali. Sa...