Daftar Isi

Saturday, February 29, 2020

Kisah Kepala Dewa Brahma

Purana

Brahma Purana

Kitab Suci Agama Hindu

Pada zaman dahulu, terdapat perang antara para dewa dan para iblis. Para dewa kemudian datang ke tempat Brahma untuk meminta bantuan. Brahma menyuruh mereka untuk berdoa kepada Siwa.

Siwa muncul di hadapan para dewa. Para dewa berkata, ” Para iblis telah mengalahkan kita. Tolong bunuhlah mereka dan selamatkanlah kami”.

Siwa kemudian pergi untuk bertarung dengan para iblis. Beliau berhasil mengusir para iblis keluar dari surga. Beliau bahkan mengejar mereka sampai ke ujung bumi. Pengejaran tersebut membuat Siwa berkeringat. Dan di mana pun tetesan keringat Siwa jatuh ke tanah, terciptalah sesosok mahluk yang mengerikan yang bernama matri. Para Matri juga ikut membunuh para iblis dan mereka juga mengejar para iblis sampai ke dunia bawah.

Sementara para matri membunuh iblis-iblis di dunia bawah, Brahma dan dewa-dewa lain menunggu di tepi sungai Gangga. Tempat tersebut kemudian dikenal sebagai Pratishthana.

Ketika para matri telah membunuh semua iblis, mereka kembali ke bumi dan mulai hidup di tepi sungai Gangga Goutami. Tirtha (tempat suci) tersebut kemudian dikenal sebagai matritirtha.

Dulu Brahma memiliki lima kepala. Kepala yang kelima berbentuk seperti kepala keledai. Ketika para iblis melarikan diri ke alam baka, kepala keledai ini berbicara kepada iblis-iblis itu, "Mengapa kamu melarikan diri? Kembali dan bertarunglah dengan para dewa. Saya akan membantu kalian dalam pertarungan tersebut."

Para dewa sangat terkejut melihat situasi yang berkebalikan ini. Brahma membantu para dewa dalam pertarungan melawan iblis dan kepala kelima Brahma berusaha membantu iblis melawan para dewa. Para dewa pun akhirnya pergi ke Wisnu dan berkata, "Tolong potonglah kepala kelima Brahma. Kepala itu menyebabkan banyak kebingungan."

"Saya bisa melakukan apa yang Anda inginkan, tetapi ada masalah. Ketika potongan kepala itu jatuh di bumi, potongan kepala itu akan menghancurkan bumi. Saya pikir Anda harus berdoa kepada Siwa untuk menemukan jalan keluar", jawab Wisnu.

Para dewa akhirnya kembali berdoa kepada Siwa dan Siwa akhirnya setuju untuk memotong kepala kelima Brahma. Tapi apa yang harus dilakukan dengan kepala yang terputus? Bumi menolak untuk menanggungnya. Akhirnya diputuskan bahwa Siwa sendiri yang akan menanggung kepala Brahma yang terputus tersebut.

Tempat Siwa memotong kepala kelima Brahma dikenal sebagai rudratirtha. Sejak hari itu, Brahma memiliki empat kepala dan dikenal sebagai Caturmuka (catur berkonotasi empat dan muka berkonotasi wajah). Ada kuil untuk Brahma di tepi Gangga Goutami. Ini adalah tempat suci yang dikenal sebagai brahmatirtha. Seorang pembunuh brahmana akan diampuni dosanya jika ia mengunjungi kuil ini.

Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci)

Purana Agni Purana Kitab Suci Agama Hindu Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci) Prahlada memiliki cucu yang sangat kuat bernama Vali. Sa...