Daftar Isi

Friday, September 20, 2019

Indradyumna dan Purushottama Kshetra

Purana


Brahma Purana


Kitab Suci Agama Hindu


Di zaman satya yuga ada seorang raja bernama Indradyumna. Dia adalah raja yang sangat kuat, sekuat Indra sendiri. Dia tampan, jujur, terpelajar dalam sastra dan Weda, dan terampil dalam penggunaan senjata. Ibarat kecemerlangannya sampai-sampai membuat matahari malu. Indradyumna adalah seorang penyembah  Wisnu. Suatu hari dia pernah memutuskan untuk mencari tempat untuk memuja Wisnu. Tirtha adalah tempat ziarah suci. Indradyumna mencari setiap tirtha dan kota yang ada. Tapi tak satu pun dari mereka yang memuaskannya. Tak satu pun dari mereka, yang menurutnya, pantas sebagai tempat untuk menyembah Wisnu.

Ibu kota kerajaan Indradyumna sendiri adalah kota Avanti, di kerajaan Malawa. Avanti adalah kota yang indah dan kaya, dikelilingi oleh parit-parit dan benteng-benteng. Pedagang dari banyak negara datang ke sana dengan segala macam komoditas untuk diperdagangkan. Jalan-jalan kota dipenuhi deretan toko. Rumah-rumah dicat putih. Istal raja penuh dengan kuda dan gajah. Semua warga Avanti menyenangkan dan bahagia. Yajna diadakan cukup sering di kota ini. Banyak terdapat kuil, hutan kecil, dan kolam di Avanti. Pohon apa pun yang tumbuh di bumi dapat ditemukan di sana.

Ada sebuah kuil untuk Siwa di kota ini. Kuil ini dikenal sebagai kuil Mahakala. Kuil itu digambarkan dengan sangat sakral sekali ibarat menyembah Siwa di kuil tersebut sama saja dengan melakukan seribu ashwamedha yajna.

Sungai Shipra mengalir melewati Avanti. Di tepi sungai ada kuil untuk Wisnu yang dikenal sebagai Govindaswami. Kuil lain untuk Wisnu bernama Wikramaswami.
Tetapi Indradyumna tidak puas dengan kuil-kuil ini. Dia ingin membangun kuil lain untuk Wisnu. Dia meninggalkan Avanti untuk mencari tempat yang tepat. Para prajurit dan rakyatnya menemani raja mereka, sehingga seolah-olah seluruh kota Avanti sedang bergerak. Setelah melakukan perjalanan selama beberapa hari, mereka tiba di tepi laut selatan, samudra yang dikenal sebagai lavana samudra.

Ada begitu banyak ombak di lautan sehingga samudra itu sendiri tampak seperti menari. Hewan laut hidup di lautan dan air juga menjadi sumber segala macam permata. Indradyumna mulai hidup di tepi lautan. Dia menemukan tempat di dekat laut yang penuh dengan pohon bunga dan buah. Banyak jenis burung berkumpul di sana untuk memakan buahnya. Ini adalah tempat yang dikenal sebagai Purushottama kshetra, di India sekarang daerah tersebut bernama Puri 

Purushottama kshetra adalah tirtha yang sangat penting. Tetapi semua pengetahuan tentang tirtha ini telah disembunyikan sampai Indradyumna tiba di tempat kejadian. Ada alasan pengetahuan tentang tirtha ini disembunyikan. Bertahun-tahun yang lalu, dulu ada suatu wujud Wisnu di sana, di mana orang biasa berdoa. Begitu sakralnya sehingga semua dosa para penyembah segera diampuni. Hasilnya adalah dewa Yama tidak bisa menghukum orang berdosa yang pernah kesana. Mereka hanya berdoa untuk Wisnu demi melarikan diri dari dosanya. Karena itu Yama berdoa kepada Wisnu untuk meminta sebuah solusi. Wisnu akhirnya menyembunyikan suatu bentuk wujud Wisnu tersebut di bawah pasir sehingga tidak ada yang tahu lagi mengenai hal itu.

Indradyumna menyukai Purushottama kshetra. Sungai Mahanadi atau Chitroplala mengalir tidak terlalu jauh dari tempat itu. Orang-orang yang tinggal di sekitar tempat semuanya beragama. Akhirnya Indradyumna memutuskan bahwa Purushottama kshetra adalah tempat yang tepat untuk membangun kuil untuk Wisnu. Pada hari baik yang sudah ditentukan, batu fondasi pertama diletakkan di tempat itu.

Indradyumna kemudian menghubungi raja-raja Kalinga, Utkala dan Koshala. Dia meminta bantuan mereka dalam mengambil batu untuk pembangunan kuil. Para raja mengirim arsitek mereka ke pegunungan Vindhya. Batu-batu dikumpulkan dari pegunungan ini dan dibawa ke Purushottama Kshetra dengan perahu dan kereta. Utusan juga dikirim ke beberapa raja lain untuk mencari bantuan. Mereka datang dengan pasukan mereka dan dengan banyak harta kekayaan.

Indradyumna mengatakan kepada raja-raja yang berkumpul, saya ingin menyelesaikan dua tugas sulit. Yang pertama adalah melakukan ashvamedha yajna di sini. Dan yang kedua adalah membangun kuil untuk Wisnu. Kedua pekerjaan sulit ini, terutama yang kedua. Tetapi jika Anda membantu saya, saya yakin kedua pekerjaan itu dapat dilakukan.

Para raja setuju untuk membantu. Mereka menawarkan perhiasan, kekayaan, emas, pakaian, bahan makanan, dan benda-benda lainnya. Tempat dimana yajna akan dilaksanakan semuanya dibuat dari emas. Brahmana dari seluruh Jambudvipa datang untuk menyaksikan Hanna tersebut. Mereka menyumbangkan gajah, kuda, dan sapi sebagai sedekah. Belum pernah ada pengorbanan lain yang pernah dilakukan seperti Indradyumna.

Setelah yajna selesai dan kuil dibangun, masih ada pertanyaan yang lebih penting, yaitu, bagaimana suatu bentuk wujud Wisnu akan dibuat? Indradyumna mulai berdoa kepada Wisnu untuk bimbingan.

Wisnu muncul di hadapan Indradyumna dalam mimpi dan berkata, Mengapa kamu begitu sedih? Ketika matahari terbit, pergilah ke pantai. Di sana Anda akan menemukan pohon kayu. Setengah dari pohon ada di air dan sisanya di pasir. Tebang pohon ini. Kayunya akan menjadi bahan yang anda butuhkan.

Di pagi hari, Indradyumna pergi ke pantai dan menemukan pohon itu. Sama seperti yang Wisnu telah gambarkan. Dengan kapak, dia menebang pohon itu. Ketika dia akan memotong batang pohon menjadi dua, dua brahmana muncul di depannya. Indradyumna tidak mengetahuinya, kedua brahmana ini adalah Wisnu dan Wishwakarma yang menyamar.

Raja, apa yang sudah kamu lakukan? seru para brahmana. Anda telah menebang satu-satunya pohon yang ada di tepi lautan.

Maafkan aku, jawab Indradyumna. Saya ingin membuat wujud Wisnu. Wisnu telah menginstruksikan saya dalam mimpi bahwa pohon ini akan menjadi bahan untuk membuat suatu bentuk wujud Wisnu.

Itu adalah ide yang bagus, kata brahmana yang adalah Wisnu yang menyamar. Tidak ada hal apapun yang sesuci berdoa kepada Wisnu. Temuilah teman saya. Dia memiliki keterampilan sama terampilnya dengan Wishwakarma yang agung itu sendiri. Jika Anda mau, dia akan membuat yang anda inginkan itu untuk Anda.

Raja Indradyumna setuju. Dan setelah diinstruksikan oleh Wisnu, Wishwakarma mulai melakukan proses pembuatan. Ada tiga wujud berbeda yang dibuat. Yang pertama adalah Baladewa atau Balarama. Ini benar-benar berwarna, kecuali mata, yang berwarna merah. Wujud itu mengenakan warna biru dan ular dengan tudungnya di atas kepala Balarama. Sebuah gada dan tongkat sihir ada di tangan Balarama. Wujud/bentuk yang kedua adalah Krishna. Berwarna biru, dengan mata seperti bunga teratai. Wujud/bentuk itu berpakaian kuning dan memiliki chakra. Wujud/bentuk ketiga adalah saudara perempuan Krishna, Subhadra. Gambar ini berwarna emas dan mengenakan pakaian indah.

Ketika Indradyumna menemukan bahwa semua itu dibuat dalam hitungan menit, ia terkejut. Dia menyadari bahwa kedua brahmana itu tidak mungkin manusia biasa. Dia jatuh di kaki mereka dan berkata, Tolong beritahu saya siapa Anda. Anda tidak mungkin manusia.

Wisnu dan Wishwakarma kemudian mengungkapkan diri mereka yang sebenarnya dan Indradyumna sangat gembira. Wisnu memberkati raja dan memberitahunya bahwa ia akan memerintah selama sepuluh ribu sembilan ratus tahun. Dan bahkan setelah Indradyumna meninggal, sebuah tempat akan disediakan baginya di surga.

Pada hari baik yang sudah ditentukan, ketiga wujud bentuk itu dipasang di kuil.


No comments:

Post a Comment

Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci)

Purana Agni Purana Kitab Suci Agama Hindu Wamana Awatara (Bentuk Inkarnasi Kurcaci) Prahlada memiliki cucu yang sangat kuat bernama Vali. Sa...